WN88 – Peringatan Hari Santri Nasional ( HSN ) 22 Oktober 2018

661
0

WARUNGNUSANTARA88.COM – Sejarah Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober. Mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional? Hal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Revolusi Jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 oktober tahun 1945 di Surabaya Jawa Timur untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan Netherlands Indies Civil Administration (NICA).

Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardu’ain atau wajib bagi setiap individu”.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Jenderal Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang berlangsung 3 hari berturut-turut tanggal 27, 28, 29 oktober 1945, ia tewas bersama dengan lebih dari 2000 pasukan inggris yang tewas saat itu.

Hal tersebut membuat marah angkatan perang inggris hingga berujung pada hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, yang tanggal tersebut diperingati sebagai hari Pahlawan.

Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Itulah mengapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Meski termasuk hari nasional namun tanggal 22 oktober tidak merah alias tidak libur.

Dari kutipan sejarah di atas, ketua umum DPN Warung Nusantara ( WN 88 ) Edwin Fertando menuturkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional ini sangatlah positif bagi semua element masyarakat terutama para pemuda/i yang harus mengetahui tentang sejarah perjuangan para pahlawan pendahulunya.

Alhamdulillah Peringatan Hari Santri Nasional banyak di gelar diberbagai daerah di indonesia, peringatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga keutuhan NKRI. Seperti diketahui, akhir-akhir ini terjadi beberapa peristiwa yang menurut Edwin berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa maka dari itu, peringatan Hari Santri Nasional juga untuk mengingatkan kembali bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan belum selesai,” papar Edwin Fertando

Ia pun mengungkapkan, “Hari Santi Nasional harus selalu digaungkan karena peran serta dan exsistensi santri dalam pembangunan nasional diakui. Salain itu, Edwin berharap ilmu yang diperoleh santri di pesantren, dapat merambat kemasyarakat luas,” Pungkasnya

—– MUHAMAD IKHSAN —–

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here