Teguran Hanya Teguran, Pelantikan Sekda Kota Bekasi Tetap Berjalan?

368
0

BEKASI – Pelantikan Sekda Kota Bekasi terpilih Dr. Hj. Reny Hendrawati, M.M. pada hari Selasa (23/1) lalu yang bertempat di Pendopo Pemkot Bekasi meninggalkan pertanyaan besar, mengingat pada saat prosesi seleksi Calon Sekda Kota Bekasi pansel calon Sekda Kota Bekasi telah diberikan ultimatum keras oleh OMBUDSMAN perihal kasus indikasi penghentian pelayanan ASN Kota Bekasi.

Perihal tersebut sangat jelas ini bukti pelanggaran yang dilakukan oleh Dr. Hj. Reny Hendrawati, M.M. saat masih menjabat Kepala Dinas BKD Kota Bekasi tahun 2018, yang mengatakan bahwa agar nama yang pernah direkomendasikan harus dikenakan sanksi oleh Ombudsman terkait kasus magok layanan tidak dipilih sebagai untuk jabatan Sekda, dan jika ini tetap dilakukan oleh Timsel maka nama yang sudah diminta agar diberikan sanksi. Tetapi proses pelantikan masih berjalan, bahkan diloloskan. Maka, pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk menyikapinya.

Ketua Umum Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) menyatakan, “Bukannya diperhatikan ultimatum tersebut, malah Timsel seakan terlihat tidak merespon statement dari Ombudsman tersebut. Artinya ada sesuatu yang harus dipertanyakan dalam hal ini,” tegas Machfufin Latif.

Tidak hanya itu, Ketua umum ARB, Machfudin Latif, lanjut memberikan penjelasannya kepada Media Cyber 88, “Kami juga sedikit agak sentimentil terhadap sedikit dinginnya Ombudsman menyikapi hasil keputusan Sekda hari ini yang jelas-jelas tidak mengindahkan mereka. Ini ada apa?” ungkap Ketua Umum ARB Bekasi Raya.

“Untuk itu, kami dari Aliansi Rakyat Bekasi berencana akan membuat ‘surat cinta’ kepada Ombudsman terkait pernyataan dan janji mereka untuk mempertegas pernyataan tersebut dan meminta untuk segera menindak dan melanjutkan tugas kawan-kawan Ombudsman akan kasus sekda terpilih kala itu,” ujar Machfudin Latif. (Dika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here