Kunjungan Edwin Fertando Ketua Umum Warung Nusantara ( WN 88 ) ke kediaman KH. Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani.

1203
1

CYBER NEWS WN88 – Dalam agenda kunjungan Ketua Umum WN-88 ke kediaman KH. Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani yang bertempat di Serang Banten, Edwin Fertando di dampingi anggota dari WN-88 Unit 05 Banten dengan tujuan Silaturahmi dan juga membahas soal keagamaan.

Alhamdulillah “Saya berserta anggota dari WN-88 diterima dengan baik oleh KH. Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani. Tujuan kami adalah bersilaturahmi kepada para ulama karena ulama adalah salah satu faktor penting dalam terjaganya keutuhan NKRI yang harus kita hormati dan kita jaga,” Ungkapnya.

Edwin sangat Prihatin dengan keadaan Indonesia saat ini, dia juga menghimbau kepada semua elemen masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan isu-isu yang ada saat ini. Kita harus waspada dengan benih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama, dengan cara mengadu domba sesama umat beragama. Benih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok agama.

Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 1.340 ribu suku dan 1.150 ribu bahasa daerah. Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa, kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” katanya.

Lebih lanjut Ketua Umum WN-88 ( Edwin Fertando ) menyampaikan, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke. Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari.
“Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Edwin Fertando Ketua Umum DPN WN-88

“Semoga kami ( WN-88 ) mampu membantu mensosialisasiakan hal tersebut dan ikut membantu dalam hal mewujudkan Kamtibmas khusunya dari lingkungan disekitar kita terlebih dahulu dan berharap semua anggota WN-88 bisa ikut serta dalam mewujudkan nya,” Tambahnya. – M.I
– Muhamad Ikhsan –

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here